PUISI INDAH
barangkali bukan kebetulan jika setahun lalu
aku menikahinya tanpa modal seharusnya sebuah pernikahan:
cinta
kami sepakat untuk tidak dengan itu memulai
karena ia telah demikian dekil tercecer di jalanan
dijualbelikan dalam seonggok waktu dan kepingan luka hati
kami tidak menikah
tahun lalu atas nama cinta
tapi atas nama waktu yang berpihak
dan kami tak hendak menolaknya
kali ini
Istriku tahun lalu dengan lantang berkata, Makan tuh cinta!
hanya karena aku masih mensyaratkan adanya
telak!
setahun lalu aku menikahinya dengan tetap saling menggeleng
ketika ditanya, apakah kalian saling cinta?
cinta tidak untuk dikatakan,
didefinisikan
diuraikan dalam essay
ia untuk diceritakan dan dilakukan
(meskipun sebenarnya aku menikah karena aku berhenti berpikir,
tetap saja pengakuanku tertulis jelas di langit tiap aku tengadah:
ada
Yang Lain yang tak pernah tinggal diam)
sekarang yang tinggal adalah tangisan nyaring si kecil
dan celoteh bibir belajar bicara
ia barangkali bukan sekedar cinta lagi
bahkan tak pernah dilahirkan atas namanya
tapi semacam bukti keimananku pada takdir
dan kepasrahan pada waktu yang pernah kusia-siakan
hari ini setahun lalu
aku menyerah
sebab pernikahan ternyata bukan soal menyerahkan kebebasan
mengikat diri dalam tali-tali terjulur dari hati
ia hanya cara untuk berhenti berpikir sendiri
tetap saja, bila ditanya cinta,
aku mencinta yang tidak ada
sebab dengannya aku tahu batas ketidaktahuanku
dan cinta…
biarlah hanya ada dalam cerita
Guru dan Bintang Hidupku
GURU & BINTANG HIDUPKU
Banyak hal yang bunda tidak mengerti darimu anakku
Kau tidak mau bermain dengan teman-teman sebayamu
Kau mau menatap bunda bila dipaksa
Kau suka menyakiti dirimu sendiri
Menyukai hal-hal aneh yang tidak masuk akal dimata bunda
Mondar-mandir sambil bergumam
Bertindak tanpa kata-kata
Rutinitasmu yang tak mau diganggu
Super cuek dengan lingkungan sekitarmu
Kebiasaanmu menjambak rambut bunda bila adikmu nangis
Dibalik semua itu
Bunda berusaha untuk mengerti dirimu, penderitaanmu serta semua keinginanmu
Meskipun kesabaran bunda sering diluar batas
Tahukah kau Anakku?
Dengan semua keterbatasan yang kau miliki,
Kau menjadi pemompa semangat Ayah dan Bunda.
Bunda harus lebih semangat untuk berdoa, berusaha, belajar dan bersabar.
Terimakasih Tuhan, telah kau kirimkan anugrahMu untukku
Pemompa semangat hidupku
Bintang terang dihatiku
Guru kesabaranku
Anakku ......................Yunan
Banyak hal yang bunda tidak mengerti darimu anakku
Kau tidak mau bermain dengan teman-teman sebayamu
Kau mau menatap bunda bila dipaksa
Kau suka menyakiti dirimu sendiri
Menyukai hal-hal aneh yang tidak masuk akal dimata bunda
Mondar-mandir sambil bergumam
Bertindak tanpa kata-kata
Rutinitasmu yang tak mau diganggu
Super cuek dengan lingkungan sekitarmu
Kebiasaanmu menjambak rambut bunda bila adikmu nangis
Dibalik semua itu
Bunda berusaha untuk mengerti dirimu, penderitaanmu serta semua keinginanmu
Meskipun kesabaran bunda sering diluar batas
Tahukah kau Anakku?
Dengan semua keterbatasan yang kau miliki,
Kau menjadi pemompa semangat Ayah dan Bunda.
Bunda harus lebih semangat untuk berdoa, berusaha, belajar dan bersabar.
Terimakasih Tuhan, telah kau kirimkan anugrahMu untukku
Pemompa semangat hidupku
Bintang terang dihatiku
Guru kesabaranku
Anakku ......................Yunan
Kau Tetap Anak Mama
KAU TETAP ANAK MAMA
KETIKA TEMAN SEBAYAMU, BERCELOTEH TIADA HENTI,
KAU TETAP DIAM
KETIKA TEMAN SEUSIAMU TERUS MENATAP HANGAT,
KAU TATAP KOSONG DINDING ITU
SAAT TEMANMU BERMAIN BERSAMA,
KAU HANYA NAPAS SENDIRI
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA TAHU, SETIAP ANAK PASTI DICIPTAKAN BERBEDA
ORANG HERAN, KETIKA LENGKINGAN MENJADIKAN KAU TUTUP TELINGA KETAKUTAN
ORANG BERTANYA, KETIKA SEHARIAN KAU TATAP BENDA BERPUTAR ITU
ORANG TERSENYUM, KETIKA TANGANMU SELALU BERGERAK BAGAI BURUNG
ORANG TAKUT, KETIKA KEPALANMU TIDAK TERKENDALI MENGHUNJAM TUBUH KAWAN
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA SADAR, SETIAP ANAK TIDAK HARUS SAMA
KETIKA KAWAN KELASMU TEKUN MENATAP GURU,
KAU LARI KELILING KELAS
KETIKA TEMANMU SUDAH MENULIS KATA,
KAU CORAT-CORET BENANG KUSUT DIKERTAS
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA MAKLUM, TIDAK AKAN PERNAH MANUSIA DICIPTAKAN SAMA
KAU TETAP ANAKKU
SEBAGIAN ORANG MENGANGGAP KAU BUKAN HARAPAN
MAMA YAKIN, MANUSIA ADA KURANG ADA LEBIH
MAMA TIDAK GOYAH, KAU TETAP HARAPAN
SIAPA SANGKA EINSTEINS, YANG DULU TINGGAL KELAS ADALAH JENIUS DUNIA
SIAPA KIRA GOOFY GOLDBERG, YANG DULU DISLEKSIA ADALAH KAMPIUN SENI
SIAPA DUGA SUTIYOSO, YANG DULU JAGO BERANTEM ADALAH GUBERNUR BESAR
TAPI KAU TETAP ANAK MAMA
MAMA, AKAN BANTU DENGAN SEGALA CUCURAN KERINGAT
UNTUK ANGKAT LEMAHMU
MAMA, AKAN TETAP DAMPINGI SAMPAI AKHIR NAPAS
UNTUK SANGGA KURANGMU
MAMA, TIDAK AKAN PATAH SEMANGAT
UNTUK LATIH BURUKMU
KAU TETAP ANAK MAMA
MAMA, INGIN BUKTIKAN BAHWA KAU TETAP HARAPAN
MAMA TIDAK AKAN BERHENTI CARI LEBIHMU
MAMA AKAN TERUS POMPA POTENSI DAHSYATMU
JADILAH MAESTRO DUNIA, DI LEBIHMU
JADILAH MASTER PROFESIONAL, DI BIDANGMU
KELEBIHAN ITU SEBENARNYA ADA DI SEKITAR KELEMAHANMU
KAU TETAP DIAM
KETIKA TEMAN SEUSIAMU TERUS MENATAP HANGAT,
KAU TATAP KOSONG DINDING ITU
SAAT TEMANMU BERMAIN BERSAMA,
KAU HANYA NAPAS SENDIRI
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA TAHU, SETIAP ANAK PASTI DICIPTAKAN BERBEDA
ORANG HERAN, KETIKA LENGKINGAN MENJADIKAN KAU TUTUP TELINGA KETAKUTAN
ORANG BERTANYA, KETIKA SEHARIAN KAU TATAP BENDA BERPUTAR ITU
ORANG TERSENYUM, KETIKA TANGANMU SELALU BERGERAK BAGAI BURUNG
ORANG TAKUT, KETIKA KEPALANMU TIDAK TERKENDALI MENGHUNJAM TUBUH KAWAN
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA SADAR, SETIAP ANAK TIDAK HARUS SAMA
KETIKA KAWAN KELASMU TEKUN MENATAP GURU,
KAU LARI KELILING KELAS
KETIKA TEMANMU SUDAH MENULIS KATA,
KAU CORAT-CORET BENANG KUSUT DIKERTAS
TAPI, KAU TETAP ANAKKU
MAMA MAKLUM, TIDAK AKAN PERNAH MANUSIA DICIPTAKAN SAMA
KAU TETAP ANAKKU
SEBAGIAN ORANG MENGANGGAP KAU BUKAN HARAPAN
MAMA YAKIN, MANUSIA ADA KURANG ADA LEBIH
MAMA TIDAK GOYAH, KAU TETAP HARAPAN
SIAPA SANGKA EINSTEINS, YANG DULU TINGGAL KELAS ADALAH JENIUS DUNIA
SIAPA KIRA GOOFY GOLDBERG, YANG DULU DISLEKSIA ADALAH KAMPIUN SENI
SIAPA DUGA SUTIYOSO, YANG DULU JAGO BERANTEM ADALAH GUBERNUR BESAR
TAPI KAU TETAP ANAK MAMA
MAMA, AKAN BANTU DENGAN SEGALA CUCURAN KERINGAT
UNTUK ANGKAT LEMAHMU
MAMA, AKAN TETAP DAMPINGI SAMPAI AKHIR NAPAS
UNTUK SANGGA KURANGMU
MAMA, TIDAK AKAN PATAH SEMANGAT
UNTUK LATIH BURUKMU
KAU TETAP ANAK MAMA
MAMA, INGIN BUKTIKAN BAHWA KAU TETAP HARAPAN
MAMA TIDAK AKAN BERHENTI CARI LEBIHMU
MAMA AKAN TERUS POMPA POTENSI DAHSYATMU
JADILAH MAESTRO DUNIA, DI LEBIHMU
JADILAH MASTER PROFESIONAL, DI BIDANGMU
KELEBIHAN ITU SEBENARNYA ADA DI SEKITAR KELEMAHANMU
Bukan Perempuan Biasa
BUKAN PEREMPUAN BIASA
Awalnya tak banyak yang kami tahu
Berkat beliau, kini kami tambah ilmu
Tak tahu dapat mimpi apa
Ketika puterakembara ini akan ada
Sudah banyak dana yang dihabiskan
Itu tak membuatnya berkesan
Selalu berusaha menginformasikan
Yang berguna bagi kami di masa depan
Kini, beliau sudah jauh di negeri seberang
Namun kiprahnya tak juga lekang
Tak ada keuntungan yang didapatkan
Hanya ada kesibukan dan kerepotan
Tak banyak figure ibu sepertinya
Lebih banyak yang lelah akibat nafsu belanja
Sehingga tak sempat berfikir akan dunia
Yang kini semakin penuh derita
Beruntung kami punya seorang Ibu
bu Leny Marijani namanya
Membuat kami bisa berbagi di sini
Hanya Tuhan yang akan menjaga
Semua usaha dan asa
Serta jiwa dan raga serta keluarga
Ketika beliau ada nun jauh di sana
Seuntai kata buat ibu istimewa
Dari kami di Jakarta
Di awal Desember 2004
Dwinu Panduprakarsa
Berkat beliau, kini kami tambah ilmu
Tak tahu dapat mimpi apa
Ketika puterakembara ini akan ada
Sudah banyak dana yang dihabiskan
Itu tak membuatnya berkesan
Selalu berusaha menginformasikan
Yang berguna bagi kami di masa depan
Kini, beliau sudah jauh di negeri seberang
Namun kiprahnya tak juga lekang
Tak ada keuntungan yang didapatkan
Hanya ada kesibukan dan kerepotan
Tak banyak figure ibu sepertinya
Lebih banyak yang lelah akibat nafsu belanja
Sehingga tak sempat berfikir akan dunia
Yang kini semakin penuh derita
Beruntung kami punya seorang Ibu
bu Leny Marijani namanya
Membuat kami bisa berbagi di sini
Hanya Tuhan yang akan menjaga
Semua usaha dan asa
Serta jiwa dan raga serta keluarga
Ketika beliau ada nun jauh di sana
Seuntai kata buat ibu istimewa
Dari kami di Jakarta
Di awal Desember 2004
Dwinu Panduprakarsa
Hatiku Terguncang
HATIKU TERGUNCANG . . . . . . .
Kau Tuhan yang Maha kuasa , begitu cara Mu
mengingatkan Insan dari keangkuhan
Aku sabagai Manusia sering menyalahkan Kau tidak adil,
mengapa aku harus menderita
Tidak merasa bahwa aku selalu angkuh dan sombong,
berbagai langkahku sering melupakanMu.
Sepertinya Kau diam seolah membisu, dibalik itu kau
punya cara memperingatkan kami,
Dengan deritaku Kau telah memperlihatkan kekuasaanMu.
Kau perlihatkan Masjid tak roboh dihantam tsunami yang
dahsyat,
Beberapa Manusia tetap bernyawa walau telah terombang
ambing ombak samudra dalam waktu diluar batas
kemampuan manusia.
Kau diam tapi Kau punya cara mengingatkan Manusia,
Manusia yang sering lupa akan kebesaranMu.
Manusia yang kadang menghujatMu, kalau Kau
memperlihatkan kekuasaanMu, sangat dahsyat membuat
jiwa kami terguncang..
Kau Tuhan Maha Besar dan maha perkasa, Kau buat anak
cucu kami berbeda dengan yang lainnya, Itulah caraMU
untuk mengasilkan manusia seperti Ibu Leny yang
menyadi pengelola Puterakembara.
Kaubuat anak cucu kami lain dari yang lain, namun
dengan caraMu , Kau hasilkan Ibu Diah Puspita dan
putranya Ikhsan menjadi Manusia produktip dengan
mengasilkan buku yang sangat berharga.
Dengan caraMu pula kami semua tersentak adanya
Manusia-manusia biadab yang berselimut sebagai terapis
anak anak yang kami sayangi.
Dengan caraMU Kau buat tersentuh para Ahli Kesehatah
terbuka hati mulianya untuk menolong sesama nya..
Kau Maha besar Tuhan walau kami kadang tak mengerti
maksud ujian yang Kau berikan pada kami.
Semua itu membuat hati terguncang,untuk menyadari itu
adalah kebesaranMu
mengingatkan Insan dari keangkuhan
Aku sabagai Manusia sering menyalahkan Kau tidak adil,
mengapa aku harus menderita
Tidak merasa bahwa aku selalu angkuh dan sombong,
berbagai langkahku sering melupakanMu.
Sepertinya Kau diam seolah membisu, dibalik itu kau
punya cara memperingatkan kami,
Dengan deritaku Kau telah memperlihatkan kekuasaanMu.
Kau perlihatkan Masjid tak roboh dihantam tsunami yang
dahsyat,
Beberapa Manusia tetap bernyawa walau telah terombang
ambing ombak samudra dalam waktu diluar batas
kemampuan manusia.
Kau diam tapi Kau punya cara mengingatkan Manusia,
Manusia yang sering lupa akan kebesaranMu.
Manusia yang kadang menghujatMu, kalau Kau
memperlihatkan kekuasaanMu, sangat dahsyat membuat
jiwa kami terguncang..
Kau Tuhan Maha Besar dan maha perkasa, Kau buat anak
cucu kami berbeda dengan yang lainnya, Itulah caraMU
untuk mengasilkan manusia seperti Ibu Leny yang
menyadi pengelola Puterakembara.
Kaubuat anak cucu kami lain dari yang lain, namun
dengan caraMu , Kau hasilkan Ibu Diah Puspita dan
putranya Ikhsan menjadi Manusia produktip dengan
mengasilkan buku yang sangat berharga.
Dengan caraMu pula kami semua tersentak adanya
Manusia-manusia biadab yang berselimut sebagai terapis
anak anak yang kami sayangi.
Dengan caraMU Kau buat tersentuh para Ahli Kesehatah
terbuka hati mulianya untuk menolong sesama nya..
Kau Maha besar Tuhan walau kami kadang tak mengerti
maksud ujian yang Kau berikan pada kami.
Semua itu membuat hati terguncang,untuk menyadari itu
adalah kebesaranMu
Kami hanya dapat berdoa, jangan berikan cobaan pada
kami jika ternyata kami tak dapat menanggungnya,
Berikan ketabahkan hati kami atas cobaan yang Kau
berikan
Ya Tuhan Tabahkanlah anak kami, cucu kami, ampunilah
dosa-dosa mereka, Aku hanya memohon padaMu hidayah dan
karuniaMu , sebagai balasan dari MU atas kelelahan dan
keikhlasan yang telah Mereka berikan untuk mendidik
Anak mereka dengan penuh tanggung jawab sebagai
titipan dari MU.
Amien
kami jika ternyata kami tak dapat menanggungnya,
Berikan ketabahkan hati kami atas cobaan yang Kau
berikan
Ya Tuhan Tabahkanlah anak kami, cucu kami, ampunilah
dosa-dosa mereka, Aku hanya memohon padaMu hidayah dan
karuniaMu , sebagai balasan dari MU atas kelelahan dan
keikhlasan yang telah Mereka berikan untuk mendidik
Anak mereka dengan penuh tanggung jawab sebagai
titipan dari MU.
Amien
Puisi Indah
PUISI INDAH
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
Langganan:
Postingan (Atom)